Sulawesi Selatan Masih Kekurangan Tenaga Penyuluh Pertanian

MediaTani – Sulawesi Selatan masih kekurangan tenaga penyuluh pertanian dalam mengoptimalkan produktivitas di sektor tersebut. Kepala Badan Koordinasi Penyuluh Propinsi Sulsel Firdaus Hasan mengemukakan tenaga penyuluh pertanian yang dimiliki saat ini sebanyak 661 orang.

Menurutnya, jumlah penyuluh tersebut masih jauh dari ideal mengingat desa yang membutuhkan tenaga penyuluh mencapai 1.661 desa/kelurahan.

“Kami sebenarnya sudah mengajukan penambahan tenaga penuluh ke pusat, tetapi hingga saat ini belum ada tanggapan,” katanya, Senin (2/2/2015).

Minimnya tenaga penyuluh tersebut dikhawatirkan menghambat penerapan teknologi pertanian kepada petani yang masih menerapkan sistem penanaman secara tradisional. Selain itu, kondisi tersebut akan mempengaruhi kualitas pengembangan sektor pertanian serta mempengaruhi target swasembada pangan.

Firdaus menjelaskan, untuk menutupi kekurangan tenaga penyuluh, pihaknya mengoptimalkan penyuluh tenaga kontrak yang kemudian bertugas melakukan pendampingan kepada 664 kelompok tani. Sementara itu, tingkat kesejahteraan petani di Sulsel yang diukur dari Nilai Tukar Petani (NTP) bergerak 0,13% pada Januari 2015.

Berdasarkan data BPS Sulsel, tingkat kesejahteraan petani di perdesaan berada di posisi 104,31%. Tren positif NTP itu dipengaruhi oleh turunnya biaya produksi yang dikeluarkan petani terkhusus untuk ongkos transportasi.

Kendati demikian, kenaikan NTP tidak terjadi di seluruh subsektor, di mana subsektor padi dan palawija turun 0,03%, kemudian holtikultura turun 0,36% serta tanaman perkebunan rakyat yang turun 0,75% pada Januari 2015. Secara keseluruhan, kenaikan NTP Sulsel hanya ditopang oleh 2 subsektor yang mengalami kenaikan indeks, yakni peternakan sebesar 7,89% dan perikanan 0,37%.