Swasembada 3 Komoditas Jadi Bahan Musrembang Pertanian

Seorang Petani Memanen Kedelai

MediaTani – Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrembangtan) Nasional. Agenda tahunan ini sebagai forum koordinasi perencanaan pembangunan pertanian, yang mana kali ini ditujukan untuk merumuskan program dan kegiatan pembangunan pertanian di 2016.

Musrenbangtan Nasional kali ini bertema “Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pertanian untuk Pencapaian Swasembada Pangan, Daya Saing Pertanian dan Kesejahteraan Petani”.

“Musrenbangtan Nasional kali ini sangat penting dan strategis, mengingat 2015 ini merupakan awal dari pelaksanaan RPJMN 2015-2019, sekaligus meletakkan kerangka dasar program dan dukungan terhadap Nawacita Bidang Kedaulatan Pangan hingga 2019,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (3/6/2015).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada Musrembangtan Nasional tahun ini turut diundang 125 Kabupaten/Kota untuk bersama-sama membahas langkah percepatan UPSUS swasembada padi, jagung, dan kedelai di 2015, perluasan tanam serta merancang program kegiatan pembangunan pertanian 2016 secara tepat sasaran.

“Berdasarkan kunjungan kerja saya selama enam bulan terakhir ke 26 provinsi dan lebih dari 100 kabupaten, berbagai permasalahan mendasar upaya percepatan peningkatan produksi dan swasembada padi, jagung, dan kedelai masih menjadi kendala yang dihadapi para petani kita,” ungkap Mentan Amran.

Permasalahan utama swasembada padi, jagung, dan kedelai mencakup beberapa permasalahan yang terkait dengan irigasi, pupuk, benih, alat mesin pertanian (alsintan), dan penyuluhan.

“Permasalahan tersebut terjadi di lapangan selama bertahun-tahun dan saat ini sebagian permasalahan tersebut telah dapat kita atasi bersama dengan pelaksanaan UPSUS secara masal,” ujar Mentan Amran.

Terkait dengan dampak kegiatan UPSUS percepatan swasembada padi, jagung, dan kedelai, beberapa kemajuan telah dicapai. Pada Musim Tanam (MT) Oktober 2014-Maret 2015 telah terjadi peningkatan luas tanam padi dibandingkan MT yang sama 2013-2014.

“Pada MT tersebut juga tercatat terjadi peningkatan penyaluran pupuk sebesar 265 ribu ton yang mengindikasikan bahwa memang terjadi peningkatan luas tambah tanam,” jelasnya.

Hingga saat ini, upaya perbaikan jaringan irigasi tersier telah mencapai luasan 833 ribu hektare. Perbaikan jaringan irigasi tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan IP pertanian padi.

“Perbaikan jaringan irigasi 2015 seluas 2,6 juta ha melalui dukungan APBN-P 2015 dan seluas 700 ribu hektare melalui dukungan DAK, tidak seluruhnya akan berdampak pada tahun ini namun sebagian akan berdampak pada peningkatan produksi di 2016,” paparnya. (AHL/MTV/MT)