Tanaman Air Masih Eksis Di Pasar Tanaman Hias

MediaTani – Aneka jenis tanaman air cocok dijadikan sebagai tanaman hias. Sebagian jenis tanaman air favorit, bahkan biasa dijadikan penyemarak taman maupun  dekorasi. Wajar juga jika tanaman air masih tetap eksis di pasar tanaman hias.

Tak jarang tanaman yang asalnya dari rawa-rawa bisa dipindah di kompleks bangunan seperti perkantoran, pusat kuliner dan hotel. Seperti halnya tanaman air jenis parikesit ada yang masih banyak tumbuh liar di rawa-rawa kawasan Purwokerto Jawa Tengah sering diburu pelaku jual beli tanaman hias.

Satu di antaranya warga kawasan Bugisan Yogya, Giman biasa berburu  parikesit sampai Purwokerto. Selepas Subuh berangkat dari Yogya, sehingga ketika sudah membawa tanaman tidak terkena banyak angin dan tidak terlalu banyak terkena panas. Setelah sampai di tempatnya segera dipindah ke pot-pot seperti wujud ember plastik maupun pot gerabah.

“Setiap potnya dapat diisi tujuh sampai sepuluh batang parikesit. Media tanam dalam pot bisa campuran tanah lumpur dan pupuk kandang. Kondisi media tanam dibuat selalu basah,” papar Giman, belum lama ini.

Sebelum dijualbelikan, tanaman air jenis parikesit ini ditunggu dahulu sekitar 10 hari. Ketika ada daun-daun yang menguning dipotong atau dibuang. Setelah 10 hari tanaman sudah kuat dan penempatanya di lokasi yang terkena banyak sinar matahari. Parikesit yang ditanam di pot ember saat ini rata-rata dibanderol Rp 20.000 perpot. Ketika ditempatkan berderet dalam suatu lokasi akan memberi keindahan tersendiri. Bahkan dapat dipadu dengan jenis tanaman air favorit lainnya seperti lotus, teratai, melati air dan bambu air.

Perawatan penting untuk tanaman hias air, seperti menjaga basahnya media tanam, bahkan ada sedikit genangan air tidak masalah. Satu bulan setelah penanaman dapat diberi pupuk NPK.  Dalam media tanam cukup dibuat tiga sampai empat lubang. Setiap lubang diberi satu sendok makan pupuk. Untuk pot ukuran kecil, cukup satu sendok teh perlubang. Selain itu perlu ada penggantian media tanam serta pot, rata-rata dua tahun sekali.

Menurut Ketua Asosiasi Petani Tanaman Hias Sleman (APTHS) Eniek S, aneka tanaman hias air, sampai saat ini tetap banyak dicari konsumen. Terutama jenis-jenis yang favorit antara lain digunakan untuk mendukung keindahan taman maupun dekorasi, misalnya jenis tanaman lotus, teratai, melati air, parikesit dan bambu air. Apalagi untuk lotus dan teratai mempunyai jenis warna bunga berbeda, seperti ada yang merah muda, putih dan ungu.

“Beberapa anggota APTHS sudah mampu memperbanyak sendiri aneka jenis tanaman air, tapi masih sering juga mendatangkan dari daerah lain yang dikenal sebagai sentra tanaman hias seperti Malang dan Bandung,” jelasnya.

Ditambahkan Eniek, peletakan tanaman air, lanjutnya, idealnya di tempat yang banyak sinar matahari sehingga tingkat keindahan dan kesegaran daun-daunnya dapat terjaga. Hanya saja jangan sampai kekeringan media tanamnya. Cara penempatannya pun perlu menerapkan rumus ‘enak dipandang.’ (yan/KR)