Teknik Budidaya Tanaman Jahe dalam Karung (Bag Culture)

Budidaya Tanaman Jahe Dalam Karung (Bag Culture) dapat diaplikasikan pada berbagai jenis Jahe, Baik itu jahe merah, jahe emprit ataupun jahe gajah. Tetapi Kali ini kita tidak membahas tentang spesifikasi jahe emprit, jahe gajah atau jahe merah. Lebih pada Teknik Budidaya Jahe dengan menggunakan Karung.

 

Teknik Budidaya Tanaman Jahe dalam karung telah dilakukan oleh peneliti Hepperly dkk di Hawai sejak 2004. Budidaya jahe dengan cara ini sedang dikembangkan oleh UPBS Balittro (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat). Beberapa petani di Banjarnegara dan Brebes Jawa Tengah juga telah melaksanakan teknik budidaya ini.

 

Budidaya Jahe Dalam Karung dengan media yang remah ini bisa dilakukan karena beberapa alasan sebagai berikut:

  1. Kualitas Tanah yang dimiliki tidak terlalu baik untuk tanaman jahe.
  2. Ukuran lahan yang ada dirasa sempit
  3. Agar Tanaman Jahe bebas dari penyakit seperti layu dan serangan bakteri.

Budidaya Tanaman Jahe dalam Karung sangat praktis. Bahan yang kita butuhkan adalah karung (bisa goni atau plastik) ukuran 40 x 100 cm, Media tanam berupa bokasi limbah gergaji kayu. Alat yang dibutuhkan juga sangat praktis; parang, cangkul, dan skop. Alat lain juga perlu disiapkan jika diperlukan.

Baca Juga :
# Inilah Tanaman Pengusir Tikus
# Inilah Tanaman Pengusir Nyamuk.
# Tanaman Bisa Pengaruhi Produktifitas Kerja Seseorang
# Herbal Diabetes 

10 Buah Buahan Sehat Kaya Manfaat Yang Mudah Ditemukan


 

Langkah Teknis Budidaya Tanaman Jahe Dalam Karung :

  1. Isi Karung dengan media bokasi + pasir ladu sebanyak 20 % dari Volume karung.
  2. Semaikan benih dengan cara dihamparkan atau diangin-anginkan.
  3. Benih ditanam masing-masing 250 g/karung.
  4. Karung ditata dengan 5 jumlah baris dalam kolom.
  5. Kurang lebih setiap 15 hari sekali, petani menambahkan media bokashi ke dalam karung agar rimpang yang terlihat dapat tertutupi.

 

Yang unik dalam sistem budidaya ini serta diperlukan penelitian lanjut, petani tidak menambahkan pupuk anorganik dalam pertanaman jahe dan melakukan pemangkasan tanaman.

Pemangkasan dilakukan saat tanaman mencapai dua bulan pada 5 – 10 cm dari pangkal rimpang. Pemangkasan bertujuan merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru pada rimpang.

Setelah karung-karung berisi tanaman yang sudah dipangkas, tanaman dibiarkan hingga muncul tunas-tunas tanaman baru dari dalam rimpang.

Salah satu tantangan dalam teknik budidaya Jahe dalam Karung adalah diperlukan penanganan intensif pada tanaman mulai dari penanganan bokasi untuk media tanam, irigasi, kegiatan pemangkasan, dan penambahan media secara rutin. Jika teknik budidaya ini dapat berhasil dan sesuai dengan harapan yang diinginkan, akan tercipta efisiensi penggunaan lahan sebesar 90% dari budidaya konvensional.

Hasil Budidaya Tanaman Jahe dalam Karung jika dikonversikan maka hasilnya ialah 1 karung sama dengan 10 m2. Artinya jika anda membudidayakan jahe dalam 1000 karung setara dengan budi daya jahe di lahan seluas 10000 m2 atau 1 Ha. Efisiensi yang lain adalah penggunaan benih tanaman, serta dapat diarahkan untuk budidaya organik dengan mengadopsi teknologi-teknologi yang telah dihasilkan.

Jahe Merah

Bila digunakan untuk menghasilkan benih, dapat menjadi sumber benih yang sehat dan dengan kondisi yang terkontrol, produksi jahe dapat ditargetkan sesuai dengan permintaan.

Lainnya di Media Tani :
MT  Mempelajari Ilmu Usaha Tani
MT  Melirik Prospek Ekonomi Budidaya Tanaman Obat
MT  Ganyong, Salah Satu Sumber Bahan Pangan Alternatif
MT  Buah-buahan Langka Yang Digemari Di Indonesia
MT  Agar Tanaman Cabe Tetap Sehat di Musim Hujan
MT  Perbedaan Berbagai Jenis Buah Mangga Lokal
MT  Inovasi Terbaru Budidaya Tanaman Bawang Merah
MT  Herbal Diabetes 
MT  hari pangan sedunia
MT  10 Buah Buahan Sehat Kaya Manfaat Yang Mudah Ditemukan