Terendam Banjir 61,5 Hektar Padi Langkat Rusak

Langkat (MediaTani.com) – Seluas 61,5 hektare sawah di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengalami gagal tanam (puso) karena terendam banjir selama beberapa hari ini.
Kordinator Pengamat Hama Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Langkat Miswandi mengatakan tanaman padi yang mengalami puso tersebut berada di Keamatan Gebang seluas 18 hektare. “Usia pertanaman antara 15-40 hari dari varietas Ciherang dan Mekongga,” kata Miswandi di Stabat, Selasa (13/1).

 

Sementara itu di Kecamatan Babalan seluas 15,5 hektare dengan usia pertanaman antara 15-35 hari, Kecamatan Pangkalan Susu 20 hektare dengan usia pertanaman antara 40-60 hari juga dari varietas Ciherang dan Mekongga.
Di Kecamatan Brandan Barat seluas delapan hektare dengan usia pertanaman antara 30-50 hari. Tanaman padi dinyatakan puso karena terendam banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi selama beberapa hari terakhir dan juga karena pasang laut yang masuk ke persawahan petani.

 

Sebenarnya, kata Miswandi, ada 725,5 hektare sawah yang terendam banjir. Tapi hanya 61,5 hektare yang mengalami puso. Secara terpisah Camat Tanjungpura Surianto menjelaskan akibat banjir yang terjadi di daerahnya sekarang ini ada seluas 47,2 hektare persemaian padi yang terendam banjir.

 

Persemaian padi yang terendam banjir tersebut berada di tujuh desa yaitu Pematang Cengal Barat, Pekubuan, Pematang Cengal,Karya Maju, Baja Kuning, Pulau Banyak, dan Pantai Cermin.

 

“Umur persemian padi yang terendam banjir tersebut antara 15-20 HSS dari varietas Indragiri, Unpari3, dan Ciherang,” katanya.

 

Rencananya, kata Surianto, persemaian padi tersebut untuk menanami lahan persawahan seluas 200 hektare yang sudah dipersiapkan petani.