Tidak Ada Impor Beras Di Tahun 2015

Menteri Pertanian saat Menghadiri Panen Raya di demak (28/2/15)
MediaTani – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan stok beras dalam negeri hasil panen petani dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Dengan demikian pemerintah menyatakan tak akan mengimpor beras hingga akhir tahun ini. 
Di jawa barat misalnya, Amran menerangkan bahwa padi yang akan dipanen berasal dari lahan seluas 500ribu ha. Jika diasumsikan pada produksi rata-rata untuk lahan di jawa barat yang mencapai 8 ton per/ha maka potensi produksi akan mencapai 4 juta ton. Jumlah tersebut bisa dikonsumsi selama dua bulan untuk semua daerah di Indonesia. 

“Itu baru Jawa Barat, belum termasuk Jawa Tengah dan Jawa Timur serta daerah lainnya,” kata Amran saat panen raya perdana musim tanam 2014/2015 di Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Rabu, 11 Maret 2015.

Amran mengaku bahwa cukupnya stok beras tersebut, telah ia dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo ( Jokowi ). Bahkan kebijakan untuk tidak mengimpor beras pun sudah diputuskan secara resmi dalam rapat kerja dengan Presiden tambahnya.

Untuk mencapai swasembada pangan, sejumlah perubahan regulasi pun telah dilakukan bahkan rencananya anggaran untuk sektor pertanian pun mengalami penambahan. Regulasi yang telah berjalan diantaranya mempercepat pencairan bantuan yang dibutuhkan petani, seperti traktor.

“Pada anggaran perubahan nanti anggaran sebesar 16,9 triliun juga telah disiapkan untuk normalisasi saluran irigasi,” katanya.

Terpisah, Tempo.co melaporkan bahwa Kebijakan percepatan bantuan yang dibutuhkan petani untuk program swasembada pangan tersebut didukung pula para gubernur yang daerahnya selama ini menjadi lumbung padi nasional, termasuk Jawa Barat. Dengan kondisi ini, Amran pun optimistis Indonesia bisa mencapai swasembada pangan.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam sambutannya saat panen raya tersebut  mengungkapkan dia dan beberapa gubernur lain sudah sepakat bahwa Indonesia tidak membutuhkan beras impor. Produksi beras dari petani dianggap sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Sudah saatnya dunia mengetahui Indonesia bisa swasembada beras,” tegas Aher, sapaan Ahmad Heryawan.

Dalam sambutannya tersebut, Aher pun menyampaikan apresiasinya atas gerak cepat Menteri Pertanian dalam usaha meningkatkan produksi pertanian. Salah satunya dalam program pemberian bantuan traktor bagi petani di seluruh Indonesia, termasuk Jawa Barat.

Saat ini Jawa Barat telah menerima bantuan 1.999 traktor dari Kementerian Pertanian. Pada 2015, Kementerian akan membagikan lagi 2.500 traktor ditambah 1.500 traktor dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (IV/ TEMPO /MT)