Visi Kampung Cabai Oleh Warga Kelurahan 2 Ilir

MediaTani – Warga Kelurahan 2 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT), Palembang kini ramai-ramai menanam cabai di pekarangan rumahnya. Meski berada di tengah kota dengan pemukiman yang padat penduduk, tidaklah menjadi hambatan untuk mengaplikasikan budidaya pertanian.

Dengan semangat yang besar, warga Kelurahan 2 Ilir kini memiliki tujuan yang sama yakni menjadikan kelurahan 2 Ilir sebagai Kampung Cabai. Tingginya antusiasme warga tersebut sangat membantu dalam menekan pengeluaran keluarga.

Konsultan Pertanian Ir Cholil M Si memberikan penyuluhan tentang tata cara bercocok tanam cabai kepada ibu-ibu di Kelurahan 2 Ilir Kecamatan IT II Palembang, Minggu (1/3/2015). Gambar: Sripoku.com;

Lurah 2 Ilir Kecamatan IT II Palembang, Erwin Saputra menerangkan pada Sripoku.com bahwa sebagai langkah awal untuk menuju Kampung Cabai, nantinya tiap-tiap rumah warga menanam cabai melalui media polybag atau pot plastik. Sehingga tak perlu ada lahan khusus budidaya cabai, cukup memanfaatkan halaman perkarangan rumah yang ditempati polybag tanaman cabai.

“Saat ini sudah ada tiga RT yang mayoritas warganya sudah mulai bercocok tanam budidaya cabai. Yakni RT 27, RT 29 dan RT 30. Kita mencoba untuk menerapkan pertanian modern yang dibantu langsung seorang konsultan pertanian untuk membantu warga dalam budidaya tanaman cabai,” ujar Erwin Saputra, Lurah 2 Ilir Kecamatan IT II Palembang, Minggu (1/3/2015).

Erwin mengaku sangat optimis dalam mewujudkan kelurahannya menjadi kampung cabai. Meski tidak begitu drastic, tetapi peningkatan jumlah warga yang ikut membudidayakan cabai semakin bertambah.

“Bayangkan saja sebanyak 43 RT dengan jumlah sekitar lima ribu KK (Kepala Keluarga) jika semua rumah menanam cabai, tentunya 2 Ilir menjadi Kampung Cabai. Saat ini warga terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga antusias dengan program budidaya pertanian tanaman cabai,” terang Erwin penuh semangat.

Gagasan untuk menuju Kampung Cabai bermula sejak warga Kelurahan 2 Ilir mendapatkan bantuan tanaman cabai dari dana CSR PT Pusri. Tanaman cabai yang diterima warga berupa tanaman cabai yang siap petik atau berbuah, sehingga sangat warga antusias untuk mencoba membudidayakannya di rumah masing-masing.

“Saat ini warga tiap RT secara bergilir kita ikuti dalam penyuluhan budidaya cabai. Warga diajarkan secara langsung bagaimana cara menama cabai dari bibit sampai panennya nanti,” tuturnya.

Konsultan Pertanian Ir Cholil M Si sebagai konsultan yang mendampingi langsung warga dalam budidaya tanaman cabai mengatakan, bukan hal yang sulit untuk budidaya tanaman cabai. Saat ini tinggal kemauan warga saja untuk mengaplikasikannya. Terutama dalam memanfaatkan perkarangan rumahnya masing-masing.

“Kita berikan penyuluhan kepada warga untuk memenuhi kebutuhan cabai warga itu sendiri. Jika sudah terpenuhi, tentunya hasil panen setiap rumah warga yang dikumpulkan nantinya bisa memproduksi sendiri cabai dalam jumlah yang besar. Kita ketahui saat ini harga cabai sering melonjak naik,” terang Cholil.