Wow, Omset Petani Tembakau Eromoko Tembus 16Miliar

Wonogiri – Banyak yang beranggapan bahwa yang bilang jadi petani adalah pekerjaan dengan pendapatan yang redah. Membersihkan lahan, mengolah tanah, merawat tanaman, semua dilakukan di bawah terik matahari. Bahkan terasa sanyat berat jika setelah hujan. Tanah jadi becek, dan terlihat menjadi pekerjaan yang membuat pakaian jadi kotor.

Tapi, siapa yang tidak takjub mendengar Omset para petani tembakau di kecamatan Eromoko, Kabupaten wonogiri ini. Seperti dilansir radarsolo.co.id bahwa rata-rata kelompok tani mampu menjual hasil panennya dengan harga ratusan juta rupiah. Bahkan, beberapa kelompok beromzet miliaran rupiah.

Camat Eromoko Danang Erwanto tak kuasa mengungkapkan rasa puas dan bangga pada petani tembaku yang ada di kecamatan Eromoko. Pasalnya, hasil produksi tembakau 2015 ini meningkat dua kali lipat dibanding 2014.

“Hasil penjualan tembakau di Eromoko pada 2015 mencapai Rp16 miliar. Meningkat dua kali lipat dari tahun 2014 yang tembus di Rp 8 miliar,” kata Danang, Minggu (7/2/2016).

Menurutnya, di wilayah Kecamatan Eromoko terdapat 51 kelompok tani dengan jumlah petani 1.018 orang. Sedangkan total luas lahan tembakau yakni 475,86 hektar dengan populasi tanaman sebanyak 13.256.400. Tak ayal, pada 2016 ini hasil panen mencapai 671.723 kilogram dengan hasil penjualan Rp16.298.212.300.

“Saya cukup puas dan bangga dengan teman-teman petani. Hasil tersebut membawa dampak positif bagi petani tembakau di Eromoko. Sebab pendapatannya meningkat,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Danang, beberapa kelompok tani memiliki omset yang cukup fantastis hingga miliaran rupiah. Lantaran, tembakau dapat dipanen hingga empat kali dalam sekali masa tanam.

“Misalnya kelompok tani Sedyo Mulyo II di Desa Baleharjo. Dengan luas lahan 37,65 hektare beranggotakan 51 petani, kelompok ini mampu memproduksi 43.103 kilogram tembakau dengan jumlah penjualan Rp 1.152.589.000,” terang Danang.

Yang lebih fantastis yakni Kelompok Tani Sumber Mulyo di Desa Sumberharjo, dengan luas lahan yang hanya 28,45 hektare beranggotakan 60 petani mampu memproduksi 48.818 kilogram dengan hasil penjualan Rp 1.196.345.000. “Ini dipengaruhi luas lahan, hasil panen dan harga tembakau saat panen,” papar Danang.

Dari data yang dihimpun melalui Badan Pusat Statistik (BPS) Wonogiri, lahan tembakau di Wonogiri sampai 2014 lalu tersebar di sembilan kecamatan. Di antaranya Baturetno 55 hektare, Eromoko 35 hektare, Kismantoro 45 hektare, Purwantoro 65 hektare, Pracimantoro 55 hektare, Giriwoyo 25 hektare,Bulukerto 25 hektare, Slogohimo 63 hektare, dan Girimarto 90 hektare.

(radarsolo.co.id)