WTO Sepakat Hapus Subsidi Ekspor Pertanian

Mediatani.com – Subsidi Ekspor produk pertania bakal dihapuskan. Hal tersebut menyusul tercapainya kesepakatan oleh Negara-negara yang tergabung dalam World Trade Organization (WTO) untuk menghapus subsidi ekspor di sektor pertanian. Menurut Menteri Perdagangan Thomas Lembong, kesepakatan tersebut dicapai dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) di Nairobi beberapa waktu lalu.

“Subsidi ekspor ini dianggap tidak fair dan dapat mengakibatkan distorsi produk pertanian kepada negara-negara tertentu,” ujar Thomas di Jakarta, Selasa (22/12).

Thomas menjelaskan, pencabutan subsidi ekspor tersebut tidak berdampak terhadap rata-rata harga pangan global. Ketika subsidi ekspor masih diberlakukan, terjadi perebutan pangsa pasar sehingga menimbulkan distorsi terhadap negara-negara yang tidak mempraktekan subsidi ekspor.

Thomas mengatakan, sebelum mencapai keputusan ini dalam beberapa tahun terakhir cenderung banyak ketegangan antara kubu negara berkembang dan negara maju dalam produk pertanian. Dalam hal ini, Indonesia menjembatani dua kepentingan tersebut sehingga bisa mendapatkan keputusan serta hasil yang substantif.

Dalam dokumen kesepakatan, disebutkan bahwa penghapusan subsidi ekspor pertanian ini harus dilakukan ‘as soon as possible’ alias segera oleh negara-negara maju. Sementara, negara berkembang masih diberikan waktu hingga 2018 untuk komponen promosi dalam subsidi ekspor pertanian, dan 2023 untuk komponen transportasi.

Meski hanya disebutkan ‘as soon as posible’ tanpa jangka waktu yang spesifik, negara maju harus menghapus subsidi ekspor pertanian sebelum 2018 karena negara berkembang sudah mulai menghapus pada tahun tersebut.

“Mereka (negara maju) harus bikin arrangement, tapi harus segera dilakukan. Dalam kesepakatan Ministerial Decision dikatakan ‘as soon as posible’. Mungkin bisa 2016,” kata Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi, dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (23/12/2015).

Menurut Bachrul, kesepakatan ini merupakan kemajuan besar dalam pembahasan isu pertanian di WTO, sebab sudah 2 dekade tak ada pergerakan dalam pembahasan penghapusan subsidi ekspor pertanian negara maju.

“Isu pertanian yang paling berat (di KTM WTO). 20 tahun dibicarakan tidak ada pergerakan dari negara maju. Subsidi pertanian harus segera dihapus negara maju. Ini sudah disepakati,” tandasnya.