Wujudkan Green Campus, Rektor IPB Larang Civitas Akademika Naik Ojek

MediaTani.com – Rektor Institut Pertanian Bogor, Prof Herry Suhardiyanto menyampaikan larangan kepada seluruh civitas akademika IPB untuk menggunakan jasa ojek di dalam area kampus Dramaga IPB. Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya di hadapan seluruh mahasiswa baru IPB pada upacara Dies Natalis 52 IPB di Lapangan Kampus Dramaga IPB Selasa, 1/9/2015.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan IPB sebagai kampus yang ramah lingkungan (Green Campus). Selain tukang ojek, mahasiswa yang menggunakan sepeda motor pun akan dibatasi.
“Saya sampaikan agar mahasiswa untuk tidak naik ojek lagi. Sekali lagi saya sampaikan untuk tidak naik ojek lagi” tutur Herry dalam sambutannya.
Setidaknya ada 216 tukang ojek yang beroperasi di dalam kampus IPB Dramaga Bogor. Untuk tidak menghilangkan mata pencaharian mereka, IPB akan merekrutnya menjadi penjaga parkir, pengemudi mobil olistrik dan bus dalam kampus,
“Tukang Ojeknya akan kita pekerjakan dalam lingkungan IPB, baik itu jadi penjaga parker maupun supir mobil listrik” tambahnya.
Herry menerangkan, kebijakan IPB Green Campus tersebut berlaku secara utuh mulai 1 Oktober 2015 mendatang. Sementara mulai 1 September hari ini akan dimulai masa sosialisasi. Kebijakan ini menyusul semakin meningkatnya populasi kendaraan yang ada di dalam kampus IPB baik sepeda motor maupun mobil.
“Jumlah mahasiswa yang naik motor semakin bertambah, begitu juga dengan mobil juga semakin banyak dan kesulitan mencari parkiran” tandasnya.
Wawan salah seorang mahasiswa baru IPB menganggap kebijakan ini sangat baik. Akan tetapi perlu adanya pembekalan kepada tukang ojek yang direkrut agar civitas akademika IPB dapat benar-benar mendapatkan pelayanan yang baik.
“Tukang ojek bakalan agak sulit beradaptasi dengan pekerjaan barunya, kalau tidak diberi pembekalan yang tepat bisa-bisa pelayanannya kurang maksimal” Terang Wawan. (IA)